Persaudaraan, Bukan Perseteruan

street soccer

“Hey, jangan bikin rusuh dong!”. Kalimat imbauan itu mahfum disebut panitia kegiatan mahasiswa yang melibatkan banyak penonton. Pun demikian dengan street soccer alias permainan dengan bola plastik berlogo di lingkungan IISIP Jakarta. Sejak pertama digelar tahun 1996, selain mengakomodir kegiatan mahasiswa dalam membunuh waktu senggang, kegiatan resmi street soccer juga menjadi sarana teman-teman mahasiswa berinteraksi dalam kegiatan olah raga.

Continue reading “Persaudaraan, Bukan Perseteruan”

Antara Time Tunnel dan Mega Bintang

street soccer

“Ayah kenapa sih sekarang tiap sabtu jadi sering main ke kampus?”, begitu tanya istri menyikapi kebiasaan saya saban Sabtu sore nyaris tak pernah absen untuk ‘nyetrit’, istilah yang kerap dipakai para street soccerian di Kampus Tercinta IISIP Jakarta. Kadang, istri tercinta saya ini seperti curi-curi menyium sesuatu, apakah lelakinya ini menyematkan parfum melebihi dosis untuk memikat kembang setaman di kampus tercinta.

Continue reading “Antara Time Tunnel dan Mega Bintang”

Kesetaraan dalam Permainan Persaudaraan

street soccer

Hampir setiap minggu penulis bertemu dengan konco-konco lawas semasa kuliah dulu. Siapa yang sempat dan ada waktu pasti akan berkumpul di lapangan keras Stadion Tribun LA32 IISIP Jakarta dengan satu alasan, “nyetrit” begitu kami menyebutnya.  Jika ada satu yang melontarkan “nyetrit gak sabtu ini?,” dalam group chat yang adminnya digawangi rekan Yogas, banyak yang merespon tawaran tersebut dengan guyonan segar tanpa tendensius tapi mengena kesasaran. Saling ledek dan saling cela menjadi biasa. tapi karena kami sudah “terlatih” secara mental maka hal tersebut dianggap angin lalu dan tidak pernah ada ketersinggungan.

Continue reading “Kesetaraan dalam Permainan Persaudaraan”

Menularnya Semangat di Stadion Tribun LA32

street soccer

Penulis teringat dengan Zinedine ‘Zizou’ Zidane yang menjadi salah satu legenda Real Madrid dan Paolo Maldini sang back kiri tangguh legenda AC Milan. Bukan soal torehan prestasi mereka, tapi bagaimana mereka menjadi inspirasi bagi anak-anaknya untuk meneruskan semangat sepakbola. Enzo Frenandez, putra pertama Zizou bermain di Real Madrid C sebagai gelandang dan Luca Zidane, putra keduanya, sebagai kiper cadangan di Real Madrid. Sedangkan dua anak Maldini, Christian dan Daniel juga menuruni bakat ayahnya sekaligus kakeknya Cesare Maldini mengolah si kulit bundar.

Continue reading “Menularnya Semangat di Stadion Tribun LA32”